Friday, 23 August 2013

Aku Hanya Ingin Mencintaimu dengan Tulus



Memiliki dirimu adalah hal yang sangat mustahil bagiku, merindukanmu adalah hal yang menyakitkan bagiku, mencintaimu adalah hal yang sangat mudah bagiku. Aku mencintaimu dengan sungguh, tapi apakah balasanmu? Kau malah menghempaskanku begitu keras, salahkah aku di matamu? Aku hanya ingin mencintaimu dengan tulus walaupun kau tidak pernah memiliki perasaan yang sama denganku, aku tulus mencintaimu, aku tidak mengharap sebuah balasan.
Aku melintasi tempat-tempat ini sendiri, tanpa hadirmu disisiku. Menyakitkan memang, aku juga merasakan sepi yang luar biasa menusuk jantung hatiku bertubi-tubi. Tidak pernah terbayang olehku sebelumnya, bahwa cintaku akan bertepuk sebelah tangan. Dimana hanya aku yang berusaha, dan kau hanya melihat sambil tersenyum sinis. Jika aku hidup untuk selalu merasakan cinta yang bertepuk sebelah tangan, akan aku nikmati dengan senang hati. Aku rela merasakan sakit ini jikalau nanti kau yang akan bahagia
Ayahku selalu berkata bahwa apapun yang aku lakukan dengan ketulusan pasti akan membuahkan hasil yang membahagiakan. Semua orang berhak bahagia karena cinta kan? Cinta.. cinta tak selamanya membahagiakan. Cinta akan membawamu pada rasa sakit yang berlebihan, jika kau tidak kuat menahannya itu akan membunuh perasaanmu secara perlahan. Aku tahu rasanya, membuat darahku terasa beku, hingga akhirnya aku mati rasa.
Kini, aku mulai merasa lelah dengan permainanmu. Kau bilang kau cinta kepadaku. Adakah buktinya? Tidak. Itu hanya omong kosong dari seorang laki-laki yang sangat aku cintai. Namun, perasaan cintaku padamu sekarang mulai menipis dan hampir menghilang. Semuanya terasa biasa saja. Aku mulai terbiasa melihatmu dekat dengannya, aku mulai terbiasa dengan mulut manismu, aku sudah biasa kau jadikan pelarian yang hanya sementara. Aku sudah merelakan kau lebih memilih dirinya. Dirinya yang kau cinta.

“Karena bagiku cinta yang tulus adalah cinta yang tidak menuntut sebuah balasan yang berkobar dan dalam. Cinta yang tulus adalah cinta yang ikhlas melihatnya bahagia dengan pilihannya” –Angela Nirmala Nariswari

No comments:

Post a Comment