Wednesday, 21 August 2013

'Kau hanya terlalu jauh dari jangkauanku, Malaikat'





Aku benar benar mencintaimu. Nyatanya aku tetap disini untukmu, aku yakin aku adalah tujuan terakhirmu nanti, suatu saat nanti. Aku tidak peduli dengan perkataan orang, aku akan bertahan untukmu, demi perasaanku. Walaupun sebenarnya perasaanku tersayat-sayat melihatmu dengannya, dengannya yang kau cinta. Aku masih tidak percaya kau memilih dirinya. Ya memang aku ini tidak berarti apa-apa dimatamu, aku hanyalah pengganggu yang tidak berguna.
Kini aku harus melewati sepinya hari dengan rapuhnya diriku bila tanpamu. Bahkan sekarang kau tidak pernah menanyakan kabarku.. Setiap gerakanku, aku mengingatmu, sedang apa kau sekarang? Apa kau baik-baik saja? Rindukah kau padaku? Ingatkah kau denganku? Hanya itu yang selalu ingin aku tanyakan kepadamu. Tapi, dari lubuk hati yang paling dalam, aku ingin bertanya, bahagiakah kau dengannya? Masihkah ada ruang dihatimu yang tersisa untukku?
Setiap tulisan yang ku buat ku persembahkan untukmu, hanya untukmu, pemilik hatiku. Aaaahh, aku hancur bila terus menerus tenggelam bersama bayanganmu. Tapi aku bisa apa? Dirimu lah yang menahanku untuk tetap berada dalam jangkauanmu.. ‘Kau hanya terlalu jauh dari jangkauanku, malaikat :)’ kalimat itu selalu tergambar dilensa mataku, begitu jelas dan dalam. Kalimat itu yang membuatku tetap berada disekitarmu, walaupun kau tidak melihatku. Kau benar, aku Malaikat yang tak dapat kau jangkau.

No comments:

Post a Comment