Thursday, 29 August 2013

Laki-laki berkacamata



Memperhatikanmu kala berbicara membuat jantungku berlompatan, kau sangat manis. Sosokmu yang lembut membuatku begitu tertarik untuk memperhatikan setiap gerakan yang kau buat. Kau ini sangat pendiam, tapi entah mengapa aku begitu menyukaimu. Kau pendiam, tapi tidak dingin, kau bahkan tidak segan tertawa karena gurauan yang ku buat, kau kadang juga tertawa melihat tingkahku yang semu demi menarik perhatianmu.
Ku hela nafas yang panjang saat aku melihatmu dari kejauhan. Hari ini kau terlihat begitu manis. Kacamata minus yang kau pakai, jaket tebal, serta tas ransel yang sama membuatmu terlihat biasa, namun manis. Kau menyapa ketika melewatiku, kau tersenyum dan memanggil namaku.. sungguh indahnya pagi ini! Bola mataku masih mengikutimu sampai kau berlalu dan kau berhasil membuat detak jantungku melewati batas normal.
Banyaknya kegiatan yang kita lakukan bersama membuatku semakin berniat untuk mendekatimu, mendekati dalam diam. Dalam diam aku selalu memandangimu, dalam diam aku tertawa kecil ketika melihatmu bergurau dengan teman-teman yang lain, dalam diam aku selalu berusaha menata detak jantungku agar orang-orang tidak mendengarnya, karena aku yakin suaranya begitu kencang. Kenapa aku ini?
Aku suka sekali denganmu. Kau terlihat begitu tampan dengan kacamata minusmu itu. Pembawaanmu yang tenang telah menghanyutkan aku ke dalam danau cinta yang dalam dan manis, arusnya memaksaku untuk terus larut dan mengikuti alirannya bersamamu. Aku hanya ingin menikmati gerakanmu yang begitu tenang dan membuatku merasakan damai yang luar biasa, membuatku terbang diatas awan. Aku telah terjerat oleh pesonamu, laki-laki berkacamata..

No comments:

Post a Comment