Friday, 23 August 2013

Laki-laki pemakai jam tangan




Menatapmu diam diam adalah hobi baruku. Aku tidak tahu kenapa aku selalu menyukai apapun tentangmu, bahkan segalanya yang tidak disadari oleh orang lain. Sosokmu yang begitu dingin tak membuatku lelah untuk menanti. Kau memang sedikit angkuh dan cuek, tapi itulah yang menarik perhatianku. Kita bahkan tidak pernah bertegur sapa, mengajakmu bicara pun aku takut. Kau terlalu dingin.
Hari-hari terus berjalan, aku selalu menatapmu dalam kesendirian. Melihatmu bercanda dengan kawan-kawanmu, entah, itu terlihat menarik bagiku. Setiap gerakan tubuhmu memaksa bola mataku untuk menikmatinya secara tersembunyi. Ingin rasanya aku memberikan senyumku untukmu dikala kita jumpa, tapi apa daya, menatapku saja kau tak pernah. Apa kau tak pernah melihatku? Akukan selalu disekitarmu. Kau saja yang tidak pernah sadar
Mengapa kita tidak bisa dekat? Mengapa sifat cuekmu menjadi dinding pembatas? Haruskah aku yang meluluhkan hatimu yang beku itu, dan membuatmu mau menerima kekagumanku terhadap pribadimu? Pribadi yang selalu membuat detak jantungku terpacu tatkala aku melihat tingkah dan senyumanmu. Sayang, kau ini terlalu pendiam. Padahal suaramu adalah nyanyian cinta yang indah bagiku.
Aku ini kan perempuan. Aku malu untuk memulai semuanya. Aku tidak mungkin bertindak agresif dengan dirimu yang bahkan seperti patung, nyata namun tak hidup. Lagi pula aku juga lebih suka menjadi pengagum rahasiamu yang setiap hari menikmati tingah lakumu, laki-laki pemakai jam tangan :)

2 comments:

  1. duh yan................................
    keren njel! sangat sukak! :)

    ReplyDelete
  2. hahahaha.. duh secret admirer
    makasih ya :*

    ReplyDelete