Saturday, 17 August 2013

Sejak Saat Itu

Pandanganku tak dapat terlepas darimu. Setiap tawamu menarik perhatianku. Setiap candaanmu meluluhkan dinding hatiku. Kau begitu menarik, Sayang.
Sejak saat itu aku jatuh hati kepadamu. Semua hal tentangmu membuat pikiranku melayang. Kumis tipis yang menghias diatas bibirmu, sungguh membuatku semakin tergila gila. Ah, aku suka sekali! Tawamu yang begitu lepas, suaramu yang berat membuat jantung berdegub begitu kencang kala aku mendengarnya.

Akan tetapi perasaan cinta tidak selalu berbuah manis. Awalnya aku sadar bahwa perasaanku ini bertepuk sebelah tangan. Sungguh menyakitkan. Mencintai seseorang yang bahkan tidak tahu tentang perasaan kita.

Hari berjalan lurus dengan perasaanku yang terpendam. Aku terus melihatmu tersenyum untuk perempuan lain, terus dan terus. Hatiku teriris, perih sekali rasanya. Sayang, tidakkah kau mengerti tentang perasaan ini? Tidakkah kau sadar bahwa hanya aku yang mengertimu?

Dinginnya dinding hatiku melukis angan kesendirianku, sepi rasanya bila ku lalui hari tanpamu. Memang, aku bahkan tak pantas mengharapkanmu. Kamu yang tidak pernah menganggapku ada. Tapi, aku akan tetap mencintaimu. Tetaplah disini bersamaku, walaupun aku hanya dapat memeluk anganmu. Sungguh, aku tak kuasa menahan semua gejolak yang ada di dalam dadaku. Sesak memenuhi ruang ruang hatiku, sesak olehmu.

No comments:

Post a Comment