Saturday, 27 September 2014

Mengingat kembali Sosokmu




Aku memang tak secantik putri tidur seperti yang ada didongeng, aku juga tak sesempurna permaisyuri yang ada di khayangan, tapi aku.. aku punya cinta yang tulus untukmu. Untukmu yang sering kali mengabaikanku, untukmu yang kerap menyayat hatiku, untukmu yang membuatku menitikkan air mata. Sejauh aku sanggup, aku masih berdiri dan bertahan untukmu.
Tak ingatkah kau tatkala kau memperjuangkanku dengan segenap hati dan ragamu? Tak ingatkah kau akan perjuanganmu sendiri demi mendapatkan cintaku? Beginikah selanjutnya? Kau hanya menyakiti dan mengabaikanku setelah kau berhasil mendapatkan dambaan hatimu. Apabila itu yang membuatmu merasa bahagia, aku hanya bisa tersenyum getir.
Wanita mana yang tak tersayat hatinya apabila merasakan hal seperti ini? Lelah raga dan pikiranku karena kata maaf yang selalu kau lontarkan begitu mudahnya dari mulutmu. Senyuman manis, bualan yang menerbangkan angan-anganku seakan kau gunakan sebagai senjata. Percuma saja kau mengucapkan kata maaf hingga tujuhpuluhributujuhkali apabila setelah itu kau masih terus saja melukai perasaan.
Tak sadarkah kau bahwa aku menangis dalam senyumku? Tak sadarkah kau bahwa aku mengukir senyum palsu yang-hanya-bertahan-selama-satu-menit? Tak sadarkah kau bahwa aku merindukan sosokmu yang dulu; yang memperjuangkan aku dengan begitu hebatnya. Aku hanya merindukan sosokmu yang mungkin tidak akan pernah sadar akan apa yang aku rasakan.
                                                 
_yang tersenyum dalam luka

No comments:

Post a Comment